• الصفحة الرئيسيةخريطة الموقعRSS
  • الصفحة الرئيسية
  • سجل الزوار
  • وثيقة الموقع
  • اتصل بنا
English Alukah شبكة الألوكة شبكة إسلامية وفكرية وثقافية شاملة تحت إشراف الدكتور سعد بن عبد الله الحميد
الدكتور سعد بن عبد الله الحميد  إشراف  الدكتور خالد بن عبد الرحمن الجريسي
  • الصفحة الرئيسية
  • موقع آفاق الشريعة
  • موقع ثقافة ومعرفة
  • موقع مجتمع وإصلاح
  • موقع حضارة الكلمة
  • موقع الاستشارات
  • موقع المسلمون في العالم
  • موقع المواقع الشخصية
  • موقع مكتبة الألوكة
  • موقع المكتبة الناطقة
  • موقع الإصدارات والمسابقات
  • موقع المترجمات
 كل الأقسام | مقالات شرعية   دراسات شرعية   نوازل وشبهات   منبر الجمعة   روافد   من ثمرات المواقع  
اضغط على زر آخر الإضافات لغلق أو فتح النافذة اضغط على زر آخر الإضافات لغلق أو فتح النافذة
  •  
    التأصيل الشرعي لمقصد "حفظ الدين" مفهومًا وأدلةً ...
    د. مصطفى طاهر رضوان
  •  
    تجانس الناسخ والمنسوخ: دراسة تأصيلية مقارنة (PDF)
    عدنان بن أحمد البسام
  •  
    الغلو ليس من الدين
    د. حسام العيسوي سنيد
  •  
    التدين الواضح
    د. محمود حسن محمد
  •  
    بيض صحيفتك السوداء في رجب (خطبة)
    وضاح سيف الجبزي
  •  
    ونكتب ما قدموا وآثارهم (خطبة) - باللغة
    حسام بن عبدالعزيز الجبرين
  •  
    تفسير: (وإن يكذبوك فقد كذبت رسل من قبلك وإلى الله ...
    تفسير القرآن الكريم
  •  
    من درر العلامة ابن القيم عن أصناف الناس
    فهد بن عبدالعزيز عبدالله الشويرخ
  •  
    يا صاحب الهم إن الهم منفرج (خطبة)
    وضاح سيف الجبزي
  •  
    التلقي عن الشيوخ مفتاح الملكة اللغوية والمذاكرة ...
    د. محمد عبدالله الأطرش
  •  
    هل ما زلت على قيد الحياة؟ (خطبة)
    حسان أحمد العماري
  •  
    تخريج حديث: قدح من عيدان يبول فيه، ويضعه تحت ...
    الشيخ محمد طه شعبان
  •  
    أهم الحالات التي يندرج تحتها التفسير الاجتهادي ...
    الشيخ أ. د. عرفة بن طنطاوي
  •  
    نصرة السنة ورد شبهات المغرضين حول حديث: «لن يفلح ...
    د. هيثم بن عبدالمنعم بن الغريب صقر
  •  
    العجلة
    د. أمير بن محمد المدري
  •  
    الحديث الخامس والعشرون: فضل بر الوالدين
    الدكتور أبو الحسن علي بن محمد المطري
شبكة الألوكة / آفاق الشريعة / منبر الجمعة / الخطب / خطب بلغات أجنبية
علامة باركود

ونكتب ما قدموا وآثارهم (خطبة) - باللغة الإندونيسية

ونكتب ما قدموا وآثارهم (خطبة) - باللغة الإندونيسية
حسام بن عبدالعزيز الجبرين

مقالات متعلقة

تاريخ الإضافة: 4/1/2026 ميلادي - 16/7/1447 هجري

الزيارات: 253

حفظ بصيغة PDFنسخة ملائمة للطباعةأرسل إلى صديقتعليقات الزوارأضف تعليقكمتابعة التعليقات
النص الكامل  تكبير الخط الحجم الأصلي تصغير الخط
شارك وانشر

Kami Mencatat Apa yang Mereka Kerjakan dan Bekas-bekas Mereka


Segala puji bagi Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, yang Maha Esa lagi Maha Berkuasa. Dia mengaruniakan kepada hamba-hambaNya dunia ini dan menjadikannya tempat ujian dan cobaan. Dia menjanjikan bagi orang-orang yang taat surga dan sungai-sungai yang mengalir. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berkah disembah selain Allah semata. Tiada sekutu bagiNya. Dia Maha Penerima tobat lagi Maha Pengampun. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya yang terpilih. Semoga shalawat dan salam tercurah baginya beserta keluarga dan sahabatnya selama pepohonan masih tetap berbuah dan bunga-bungan masih tetap mekar.


Amma ba'du..

Aku berwasiat kepada kalian dan untuk diriku agar senantiasa bertakwa kepada Allah, mengendalikan nafsu dan selalu memperbaharui tobat. Allah berfirman,


"Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS. al-Baqarah: 194).


Saudara-saudara seiman..


Marilah kita bersama-sama merenungkan salah satu ayat di dalam Kitabullah. Sebab di dalam al-Qur'an, terdapat rahmat, petunjuk, nasihat dan penyembuh. Allah berfirman,


"Sungguh, Kami-lah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami-lah yang mencatat apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab yang jelas (Lauhul Mahfuzh)" (QS. Yasin: 12).


Di dalam ayat ini, Allah menyebutkan ada empat hal, yaitu:

Pertama, bahwasanya Dia menghidupkan yang mati dengan penegasan bahwa dirinya berbicara dengan bentuk redaksi pengagungan terhadap diriNya.


Kedua, Dia mencatat apa yang mereka persembahkan di dunia.


Ketiga, Dia mencatat bekas-bekas mereka.


Keempat, Dia menghimpun segala sesuatu di Lauhul Mahfuz, yaitu kitab yang jelas dan terang. (Adhwa'ul Bayan: 6/654).


Kita akan memfokuskan pembahasan kita pada poin ketiga, yaitu bekas-bekas (jejak-jejak), sembari kita jelaskan secara singkat yang lainnya.


Allah berfirman, "Sungguh, Kami-lah yang menghidupkan orang-orang yang mati." (QS. Yasin: 12).


As-Sa'di berkata, "Maksudnya, kami yang membangkitkan mereka setelah kematian mereka agar kami balas perbuatan mereka."


Pada kalimat berikutnya, Ibnu Jarir berkata, "Dan Kami-lah yang mencatat apa yang mereka kerjakan" di dunia berupa kebaikan dan keburukan, amal saleh dan kejahatan.


Dan pada firmanNya, "Dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan)" ada dua pendapat yang masyhur dari kalangan para ulama, kedua-duanya benar dan tidak ada kontradiksi padanya, bahkan masing-masing darinya memiliki penguat dari al-Qur'an dan Sunnah.


Tafsir pertama, al-Hasan dan Qatadah berkata, "Dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan)" maksudnya adalah jejak-jejak mereka. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah berkata, "Area di sekitaran masjid masih kosong, karena itu Bani Salimah ingin pindah agar lebih dekat dengan masjid. Kabar itu sampai kepada Rasulullah saw, lalu beliau bersabda kepada mereka, "Saya mendapat kabar bahwa kalian ingin pindah agar dekat dengan masjid" mereka menjawab, "Benar, wahai Rasulullah. Kami ingin pindah" Beliau bersabda, "Wahai Bani Salimah, rumah-rumah kalian menjadikan bekas-bekas (jejak-jejak) kalian tercatat. Rumah-rumah kalian menjadikan bekas-bekas (jejak-jejak) kalian tercatat." (HR. Muslim).


Dalil yang menguatkan makna ini adalah firman Allah di dalam al-Qur'an tentang para mujahidin,


"..dan tidak (pula) kalian melintasi suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kebajikan)." (QS. at-Taubah: 121).


Langkah-langkahmu dalam kebaikan akan tercatat sebagai pahala bagimu. Demikian juga apabila langkah-langkah itu dalam maksiat, akan tercatat sebagai dosa.


Qatadah berkata, "Jika seandainya Allah tidak peduli dengan sesuatu dari urusan manusia, Dia akan tidak peduli dengan jejak yang hilang dengan angin ini. Tetapi Allah menghitung bagi manusia bekas-bekasnya dan semua amalannya, sampai-sampai jejak tersebut juga dihitung, baik yang dilakukan dalam rangka ketaatan atau pun kemaksiatan. Maka siapa dari kalian yang sanggup agar jejak-jejaknya di dalam ketaatan tercatat, maka kerjakanlah."


Tafsir kedua, bekas-bekas kebaikan dan keburukan. Apabila seseorang sudah wafat, tersisa bekas-bekas amalannya saat dia hidup dan apa yang telah dia pelopori dalam hidupnya dan dia menjadi teladan dalam hal itu. As-Sa'di berkata, "Dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan)" adalah bekas-bekas kebaikan dan keburukan yang mana mereka menjadi sebab adanya kebaikan itu saat mereka masih hidup dan setelah mereka wafat. Itulah proyek-proyek kebaikan yang berdiri dari katat-katanya, kerjanya dan kondisinya. Setiap kebaikan yang dilakukan oleh seseorang, dengan ilmunya, pengajarannya, nasihatnya, amar makrufnya dan nahi munkarnya, atau ilmu yang dia ajarkan kepada anak didiknya, atau dia tulis di dalam satu buku yang bermanfaat saat dia hidup dan setelah dia wafat, atau dia mengerjakan shalat, zakat, sedekah atau kebaikan apapun yang kemudian dicontoh oleh orang lain, atau dia membangun masjid, atau tempat beristirahat umum dan lain sebagainya, maka semua itu adalah bekas-bekas yang dengannya tercatat pahala baginya. Demikian juga dengan keburukan.


Di dalam Adhwaul Bayan disebutkan bahwa makna "Dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan)" adalah apa yang mereka contohkan di dalam Islam dari kebaikan atau keburukan, yang terus dikerjakan sampai mereka telah wafat. Di dalam hadits Ibnu Mas'ud, "Tidak lah seseorang terbunuh karena kezaliman, melainkan anak Adam yang pertama mendapatkan bagian dosanya. Sebab dialah yang pertama kali melakukan pembunuhan." (HR. Bukhari Muslim).


Imam Nawawi berkata, "Hadits ini merupakan salah satu kaidah dalam Islam. Bahwa setiap orang yang mempelopori keburukan, maka dia juga mendapatkan bagian dosa seperti yang didapatkan oleh orang yang mengikutinya dengan perbuatan itu hingga hari kiamat. Demikian pula orang yang mempelopori kebaikan, dia mendapatkan pahala seperti yang didapatkan oleh orang yang mengikutinya dengan kebaikan itu hingga hari kiamat." Di antara dalil yang menguatkan penafsiran ini adalah firman Allah,


"(Ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu." (QS. an-Nahl: 25).


Penafsiran ini juga dikuatkan oleh hadits, "Siapa yang melakukan kebaikan di dalam Islam, maka dia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya setelahnya, tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan siapa yang melakukan keburukan di dalam Islam, maka dia mendapatkan dosanya dan dosa orang yang mengikutinya setelahnya, tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka." (HR. Muslim).


Masuk juga dalam tema ini, hadits Nabi saw, "Apabila manusia meninggal, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali tiga perkara, kecuali sedekah yang mengalir (wakaf), atau ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim).


Saudara seiman..

Sesungguhnya bekas-bekas manusia ini adalah pintu yang sangat lebar, baik bagi kebaikan maupun keburukan. Di dalam sebuah hadits, "Sesungguhnya kebaikan ini adalah perbendaharaan. Bagi perbendaharaan ini ada kuncinya. Beruntunglah bagi hamba yang Allah jadikan sebagai kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Celakalah orang yang dijadikan oleh Allah sebagai kunci pembuka keburukan dan penutup kebaikan." (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Albani).


Saudara-saudara yang mulia..


Mari kita perhatikan beberapa contoh dari bekas-bekas kebaikan dan keburukan, semoga Allah selalu membimbing kita semua. Banyak orang berbisnis demi mencari rezeki. Boleh jadi dagangannya atau sebagiannya masuk kepada kategori bekas-bekas kebaikan dan keburukan. Di antara contoh bekas keburukan adalah orang yang menjual rokok. Boleh jadi karena dia menjual rokok, orang merokok, lalu ratusan bahkan ribuan dosa seperti dosa mereka dia dapatkan.


Contoh lain adalah menjual pakaian wanita yang seksi. Boleh jadi dia tidak mengira bahwa dosa orang yang memakai pakaian itu juga mengalir kepadanya. Bahkan dosa orang yang melihat dan terangsang olehnya. Sebaliknya, orang yang menjual pakaian yang menutup aurat mendapat pahala. Sebab dia membantu orang untuk menjaga kehormatan dan kebaikan baginya. Ini juga berkaitan dengan orang-orang yang mengimpor dan membuatnya.


Contoh lainnya adalah orang yang memiliki penerbitan dan toko buku. Tidak sama antara buku yang bermanfaat dengan buku yang mengandung mudarat. Bisa jadi pula bekas-bekas seseorang karena sepatah dua patah kata yang dia katakan atau dia tulis. Mungkin anda pernah mendengar sebab Imam Bukhari menulis kitab Shahihnya. Imam Bukhari berkata, "Kami sedang berada di sisi Ishaq bin Rahawaih, lalu dia berujar, "Andaikata kalian himpun dalam satu kitab ringkas hadits-hadits Nabi saw" dia melanjutkan, "Kata-kata itu membekas pada diriku. Lalu aku pun memulai menghimpun hadits-hadits dalam al-Jami' ash-Shahih." Allahu Akbar.. Kata-kata Ishaq bin Rahawaih itu membuahkan hasil berupa kitab yang paling valid setelah al-Qur'an yang mulia. Berapa banyak manfaat yang besar yang telah dia dapatkan dengan itu dalam rentang waktu berabad-abad. Kita akan lanjutkan pembahasan kita. Semoga Allah memakai kita dalam ketaatan kepadaNya dan mengaruniakan kita taufiq untuk meraih ridhaNya, serta menjadikan kita orang-orang yang mendapat petunjuk dan menunjuki orang lain, bukan orang yang sesat lagi menyesatkan. Mohonlah ampunan kepada Tuhan kalian dan bertobatlah kepadaNya.

 

Segala puji bagi Allah. Amma ba'du..


Di antara perkara yang mudah, tetapi pahalanya besar adalah mengajarkan surat al-Fatihah dan surat-surat pendek kepada anak-anak. Sebab jika mereka hafal karena pengajaranmu, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti pahala yang dia dapatkan setiap kali dia membacanya di dalam shalat dan lainnya. Demikian juga mengajarkan anak-anak shalat dan bacaannya. Betapa banyak pahala dari itu semua. Anak-anak hari ini adalah tokoh di masa depan. Bisa jadi kelak dia mengajarkan itu kepada orang lain, sehingga engkau pun mendapatkan pahala yang berterusan. Bacaan murattal al-Qur'an direkam sejak lima puluhan tahun lalu. Demikian juga lagu-lagu. Berapa banyak pahala yang di dapat oleh Ahli al-Qur'an dan orang-orang yang mengajarkan mereka. Dan berapa banyak dosa yang didapatkan oleh para penyanyi dan orang-orang yang menyebarkan lagu mereka.


Ketika ada orang yang masuk Islam karena sebabmu, maka engkau mendapatkan bagian pahala dari serangkaian ibadah yang dia lakukan dan siapa saja yang mendapat petunjuk darinya. Seorang berkewarganegaraan Filipina masuk Islam karena buku kecil tentang tauhid, lalu dia menjadi dai di kemudian hari dan di tangannya masuk Islam lebih dari sepuluh ribu jiwa. Semua itu, dengan izin Allah, pahalanya sampai kepada orang yang menulis kitab kecil itu. Nabi saw bersabda, "Demi Allah, andaikata ada orang yang mendapatkan petunjuk karena engkau, itu lebih baik bagimu daripada engkau memiliki onta merah (harta paling mahal)." (HR. Bukhari Muslim).


Mungkin engkau mewakafkan satu kitab seperti Riyadhus Shalihin atau buku saku seperti Hisnul Muslim, lalu itu menjadikanmu mendapatkan pahala dari orang yang mempelajarinya dan mengamalkannya. Sebagaimana diketahui buku saku Hisnul Muslim ukurannya kecil, tapi manfaatnya besar dan dijual hanya seharga satu real. Boleh jadi engkau mewakafkan mushaf atau menghadiahkannya, lalu dengan itu engkau mendapatkan pahala seperti pahala orang yang membacanya. Ini adalah pintu-pintu kebaikan yang mudah. Alhamdulilah.


Di antara pintu-pintu kebaikan yang mudah adalah menunjukkan orang lain kepada kebaikan. Seseorang datang kepada Nabi saw, seraya berkata, "Sesungguhnya aku tidak punya tunggangan, maka berilah aku tunggangan." beliau bersabda, "Aku tidak punya" maka seorang sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, aku akan menunjukkannya kepada siapa yang dapat memberinya" Rasulullah saw pun bersabda, "Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapat pahala seperti orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim).


Saudara-saudara sekalian..


Hari ini kita mendapati media sosial menguasai bagian yang sangat besar dari kehidupan manusia. Sebagian orang-orang yang saleh memanfaatkannya, baik dari sisi duniawi maupun agama. Mereka menyebarkan ilmu dan sedekah dengan sarana itu, sehingga menjadi bekas-bekas kebaikan yang tetap ada bagi manusia. Sebagian lain menumpuk dosa dan bekas mereka tetap ada disebabkan mereka menyebarkan konten-konten yang haram, sehingga dia mendapatkan dosa yang mengalir. Dia akan mendapatkan bersama dosanya di hari kiamat dosa jutaan orang karena konten yang dia sebar. Jumlah view potongan video di salah satu kanal yang terkenal sampai puluhan juta. Sungguh berbahagia orang yang mampu memanfaatkannya dalam kebaikan. Dan betapa besar kerugian yang dialami oleh orang yang menggunakannya dalam keburukan.


Bisa jadi engkau menggunjing seorang muslim di satu grup, kemudian cerita ghibahmu itu dikisahkan kembali oleh sebagian orang yang mendengarkannya di grup-grup lain, hingga viral seantero jagat media sosial. Maka dosa mereka engkau juga yang menanggungnya, sebab itu adalah bekas-bekas keburukan darimu. Boleh jadi engkau menyematkan satu olokan terhadap orang lain, lalu generasi ke generasi masih menggaungkannya, maka engkau mendapatkan dosa yang sangat banyak karena perbuatanmu yang buruk itu.


Di antara pintu kebaikan yang agung di zaman kita ini adalah berwakaf. Jenisnya banyak sekali, ada yang fokus pada al-Qur'an dan pelayanan untuk al-Qur'an. Ada juga wakaf untuk kemaslahatan fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Sebagian lagi ada yang diperuntukkan untuk masjid, sumber air dan sumur. Sebagian juga untuk pembangunan masjid, proyek pernikahan, anak yatim, dakwah di jalan Allah dan menyebarkan ilmu. Jika seorang muslim bersemangat untuk berkontribusi dalam proyek-proyek ini meski sedikit, maka dia meraih kebaikan yang banyak.


Di antara kabar gembira bagi orang yang menanam tanaman bahwa mereka mendapat pahala dari apa yang dihasilkan oleh tanaman tersebut. Dan ini merupakan bagian dari bekas-bekas kebaikan yang mengalir, sebagaimana dikabarkan oleh Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, dia berkata, "Nabi saw masuk ke sebuah kebun dan menjumpai Ummu Ma'bad, lalu beliau bertanya, "Wahai Ummu Ma'bad, siapa yang menanam pohon kurma ini? Apakah orang muslim atau kafir?" dia menjawab, "Orang muslim" beliau lalu bersabda, "Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian dari tanaman itu manusia, hewan atau burung dapat makan, melainkan ia mendapat pahala sedekah hingga hari kiamat." (HR. Muslim).


Imam Nawawi saat menjelaskan hadits ini dan yang semakna dengannya mengatakan, "Dalam hadits-hadits ini terdapat keutamaan menanam dan bahwa pahala orang yang menanam mengalir selama tanamannya masih ada dan berkembang biak hingga hari kiamat."


Saudara-saudara sekalian..


Di kanal-kanal media sosial ada banyak grup kerabat, teman, sahabat dan kenalan, sebagian orang menganggap enteng mengirim video yang ada wanita membuka aurat di dalamnya, yang mana para ulama sepakat akan keharaman melihatnya. Lebih parah lagi, orang yang menyebarkan video porno aksi. Berapa banyak dosa yang akan dia tanggung dari orang-orang yang menontonnya dan yang menyebarkannya, serta dosa lain yang masih terkait dengannya. Semoga Allah melindungi kita dari kehinaan. Adapun jika seorang muslim diuji dengan kecanduan melihat tontonan keji itu, maka hal itu tidak boleh membuatnya serampangan menyebarkannya kepada orang lain.


Saudara-saudara yang mulia..


Sepatutnya seorang muslim waspada terhadap perbuatan yang mengalir dosanya dan bersungguh-sungguh melakukan amalan yang mengalir pahalanya setelah dia wafat, sehingga tetap bekas-bekasnya dan berterusan pahalanya. Di dalam sebuah hadits disebutkan, "Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan yang menyertai seorang mukmin setelah dia wafat adalah ilmu yang dia ajarkan dan dia sebarkan, anak saleh yang dia tinggalkan, mushaf yang dia wakafkan, masjid yang dia bangun, rumah singgah untuk musafir yang dia siapkan, sungai (sumur) yang dia alirkan, atau sedekah yang dia keluarkan dari hartanya untuk kesehatannya dan kehidupannya yang mengikutinya setelah dia wafat." (HR. Ibnu Hibban dan dihasankan oleh Albani).


Di dalam hadits ini terdapat penjelasan karunia Allah kepada hambaNya yang beriman, di mana Allah menjadikan sebagian dari amalan mereka tidak terputus setelah dia wafat. Allah tetap menjadikannya mengalir, selama masih tetap ada bekasnya. Allah berfirman,


"Sungguh, Kami-lah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami-lah yang mencatat apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab yang jelas (Lauhul Mahfuzh)" (QS. Yasin: 12).


Ucapkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw.

 





حفظ بصيغة PDFنسخة ملائمة للطباعةأرسل إلى صديقتعليقات الزوارأضف تعليقكمتابعة التعليقات

شارك وانشر

مقالات ذات صلة

  • ونكتب ما قدموا وآثارهم (خطبة)
  • {ونكتب ما قدموا وآثارهم}
  • ونكتب ما قدموا وآثارهم (خطبة) (باللغة الأردية)

مختارات من الشبكة

  • الحديث الحادي عشر: الصدق سبب في نجاح الدنيا والآخرة(مقالة - آفاق الشريعة)
  • تخطيط الحياة في ضوء قول الله (ونكتب ما قدموا وآثارهم)(محاضرة - موقع الشيخ د. خالد بن عبدالرحمن الشايع)
  • خطبة: لتسألن عن هذا النعيم يوم القيامة (نعم المآكل) - باللغة الإندونيسية(مقالة - آفاق الشريعة)
  • قسوة القلب (خطبة) (باللغة الإندونيسية)(مقالة - آفاق الشريعة)
  • فكأنما وتر أهله وماله (خطبة) - باللغة الإندونيسية(مقالة - آفاق الشريعة)
  • عظمة وكرم (خطبة) - باللغة الإندونيسية(مقالة - آفاق الشريعة)
  • خطبة: تأملات في بشرى ثلاث تمرات - (باللغة الإندونيسية)(مقالة - آفاق الشريعة)
  • الله الخالق الخلاق (خطبة) – باللغة الإندونيسية(مقالة - آفاق الشريعة)
  • الله البصير (خطبة) - باللغة الإندونيسية(مقالة - آفاق الشريعة)
  • خطبة: استشعار التعبد وحضور القلب (باللغة الإندونيسية)(مقالة - آفاق الشريعة)

 



أضف تعليقك:
الاسم  
البريد الإلكتروني (لن يتم عرضه للزوار)
الدولة
عنوان التعليق
نص التعليق

رجاء، اكتب كلمة : تعليق في المربع التالي

مرحباً بالضيف
الألوكة تقترب منك أكثر!
سجل الآن في شبكة الألوكة للتمتع بخدمات مميزة.
*

*

نسيت كلمة المرور؟
 
تعرّف أكثر على مزايا العضوية وتذكر أن جميع خدماتنا المميزة مجانية! سجل الآن.
شارك معنا
في نشر مشاركتك
في نشر الألوكة
سجل بريدك
  • بنر
  • بنر
كُتَّاب الألوكة
  • المسلمون الأكثر سخاء في بريطانيا وتبرعاتهم تفوق المتوسط بأربعة أضعاف
  • تشوفاشيا تشهد افتتاح مسجد مرمم بحضور ديني ورسمي
  • تكريم الفائزين في مسابقة حفظ القرآن بزينيتسا
  • قازان تستضيف المؤتمر الخامس لدراسة العقيدة الإسلامية
  • تعليم القرآن والتجويد في دورة قرآنية للأطفال في ساو باولو
  • ورشة توعوية في فاريش تناقش مخاطر الكحول والمخدرات
  • المحاضرات الإسلامية الشتوية تجمع المسلمين في فيليكو تارنوفو وغابروفو
  • ندوة قرآنية في سراييفو تجمع حفاظ البوسنة حول جمال العيش بالقرآن

  • بنر
  • بنر

تابعونا على
 
حقوق النشر محفوظة © 1447هـ / 2026م لموقع الألوكة
آخر تحديث للشبكة بتاريخ : 16/7/1447هـ - الساعة: 14:24
أضف محرك بحث الألوكة إلى متصفح الويب